Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh selaku Ketua Kafilah, Misran Fuadi, S.Ag., MAP, turut melaporkan bahwa Aceh telah memenuhi kuota peserta untuk seluruh cabang yang diperlombakan. Kafilah Aceh, lanjutnya, terdiri atas 58 peserta, 14 pelatih, dan 9 official, dengan total 81 orang yang telah mengikuti rangkaian training dan persiapan.
Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Aceh, Dr. H. Hajarul Akbar, MA, menyampaikan bahwa pembinaan kafilah perlu dilakukan secara lebih serius dan terarah. Ia mengingatkan pengalaman pembinaan pada MTQ Nasional 2003 di Kalimantan Tengah, ketika Aceh meraih peringkat keempat yang didukung masa training hingga delapan bulan.
Menurutnya, pengalaman tersebut perlu menjadi bahan untuk menyusun roadmap pembinaan, terlebih lagi Aceh diproyeksikan menjadi tuan rumah MTQN 2028. Ia juga menyoroti kesiapan mental para peserta dan berpesan agar tidak terbebani oleh tekanan persaingan serta fokus pada kesiapan dan kemampuan diri sendiri.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Aceh terus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh sekaligus memperkuat kolaborasi yang berkelanjutan dan terarah. Kafilah Aceh diharapkan dapat tampil maksimal, membawa nama baik daerah, serta meraih pengalaman dan prestasi yang membanggakan pada MTQN ke-31. []







