Scroll untuk baca artikel
Aceh

Jejak Kepemimpinan Nasir Nurdin: Prestasi, Profesionalisme, dan Masa Depan PWI Aceh

54
×

Jejak Kepemimpinan Nasir Nurdin: Prestasi, Profesionalisme, dan Masa Depan PWI Aceh

Sebarkan artikel ini
IMG 20261012 100815

Selain Porwanas, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) merupakan agenda yang tidak kalah penting. Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran berita yang belum terverifikasi, wartawan dituntut memiliki kompetensi, integritas, serta pemahaman yang kuat terhadap kode etik jurnalistik.

UKW bukan sekadar memperoleh sertifikat kompetensi. Lebih dari itu, UKW merupakan bagian dari upaya membangun wartawan yang profesional, memahami tanggung jawabnya kepada publik, mampu melakukan verifikasi, serta menjunjung tinggi independensi dan etika jurnalistik.

Karena itu, upaya PWI Aceh dalam mendorong pelaksanaan UKW selama masa kepemimpinan Nasir Nurdin layak mendapat perhatian. Semakin luas kesempatan wartawan untuk mengikuti pengujian kompetensi, semakin besar pula peluang untuk memperkuat kualitas pers di Aceh.

Tentu, capaian ini akan lebih bermakna apabila dibarengi dengan peningkatan kualitas pemberitaan dan penerapan etika jurnalistik dalam praktik sehari-hari.

Namun, menilai kepemimpinan organisasi profesi tidak cukup hanya dengan menghitung kegiatan dan seremoni. Ukuran lainnya adalah sejauh mana organisasi mampu merangkul anggotanya, membuka ruang peningkatan kapasitas, menjaga solidaritas, dan hadir ketika wartawan menghadapi persoalan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

PWI Aceh sebagai organisasi profesi memiliki tanggung jawab besar. Organisasi ini bukan hanya wadah berkumpulnya wartawan, melainkan juga tempat menumbuhkan kesadaran profesional, memperjuangkan kebebasan pers yang bertanggung jawab, serta menjaga kehormatan profesi di tengah masyarakat.

Girl in a jacket