Oleh: T. Pribadi | CEO Aceh Inspirasi
KEPEMIMPINAN bukan sekadar tentang siapa yang menduduki kursi ketua, melainkan tentang apa yang telah dikerjakan, perubahan apa yang berhasil diwujudkan, serta warisan apa yang ditinggalkan bagi organisasi dan anggotanya.
Prinsip inilah yang relevan untuk melihat perjalanan Nasir Nurdin dalam memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh selama hampir lima tahun, kurang dua bulan.
Rentang waktu tersebut bukanlah masa yang singkat. Ada dinamika organisasi, tantangan profesi, tuntutan peningkatan kompetensi, hingga kebutuhan menjaga marwah pers di tengah perubahan zaman yang harus dihadapi.
Dalam perjalanan itu, berbagai capaian di bidang olahraga wartawan, peningkatan kompetensi melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW), serta penguatan organisasi menjadi bagian penting yang patut dicermati.
Salah satu agenda yang memiliki arti tersendiri bagi insan pers adalah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Ajang ini bukan hanya tentang pertandingan dan perolehan medali, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, solidaritas, dan pembuktian bahwa wartawan tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga dapat berprestasi di bidang olahraga.
Keikutsertaan dan capaian wartawan Aceh dalam ajang tersebut patut menjadi bagian dari evaluasi kepemimpinan. Sebab, membangun prestasi dalam kegiatan berskala nasional membutuhkan persiapan, koordinasi, dukungan organisasi, dan semangat kolektif. Prestasi yang diraih anggota tentu menjadi kebanggaan bersama, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi wartawan berikutnya.






