Kembali Digelar Setelah Delapan Tahun
Ketua LPTQ Aceh Besar, Farhan AP, menjelaskan bahwa MTQ XXXV merupakan kelanjutan dari MTQ XXXIV yang digelar pada 2018. Setelah sempat tidak terlaksana akibat pandemi COVID-19, MTQ tingkat kabupaten tersebut akhirnya kembali digelar pada 2026 atas inisiasi Bupati Aceh Besar Syech Muharram.
Menurut Farhan, MTQ kali ini diikuti 665 peserta yang tergabung dalam 23 kafilah kecamatan. Mereka akan berkompetisi dalam berbagai cabang untuk menjaring putra-putri terbaik yang dipersiapkan mewakili Aceh Besar pada MTQ tingkat provinsi dan nasional.
“MTQ ini menjadi momentum penting untuk kembali menghidupkan pembinaan tilawatil Quran di Aceh Besar. Melalui berbagai cabang yang diperlombakan, kita berharap dapat menjaring qari dan qariah terbaik yang mampu membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Farhan, yang juga menjabat Asisten I Sekda Aceh Besar.
Sembilan Arena, Beragam Cabang
Perlombaan
Selama tujuh hari pelaksanaan, perlombaan MTQ XXXV digelar di sembilan arena yang tersebar di Kecamatan Kuta Baro. Cabang yang dipertandingkan meliputi tilawah, qira’ah sab’ah, tartil, tahfiz, tafsir Al-Quran, fahmil Quran, syarhil Quran, khattil Quran, serta karya tulis ilmiah Al-Quran (KTIQ).
Lomba tilawah dipusatkan di arena utama Lapangan Bung Cala. Qira’ah sab’ah berlangsung di Masjid Baitul Makmur Ateuk, sedangkan tartil dan tahfiz satu hingga lima juz digelar di Meunasah Babah Jurong. Adapun tahfiz 10, 20, dan 30 juz dipusatkan di Meunasah Bung Bak Jok.






