Dengan demikian, tambahnya Marching Band Aceh diharapkan dapat menjadi simbol bagi suksesnya sistem pendidikan yang berjalan di daerah ini. Selama ini AMBC sendiri dinilai sudah sukses membanggakan Aceh dengan sederet prestasi yang diraih di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Drum Band Indonesia (PB PDBI) pusat, Kombes Pol Drs Joko Sarwoko, SH, MH menyampaikan kompetisi Aceh Marching Band Championship ini sangat penting bagi perkembangan drum band di Aceh.
“Dengan sederet prestasi yang telah diraih oleh para siswa yang menggeluti marching band di Aceh, maka sudah selayaknya agenda ini menjadi rutin dilaksanakan. Untuk menjaring talenta-talenta muda yang berbakat dibidang ini,” tukasnya.
Apalagi, anak-anak Aceh yang pernah menjadi juara nasional kompetisi Grand Prix Marching Band (GPMB) yang dilaksanakan di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri, HD, MPA yang diwakili Sekretaris Disdik Aceh, Teuku Nara Setia, SE, Ak, M.Si menyampaikan AMBC yang memperebutkan Piala Gubernur Aceh ke-4 dan piala tetap Kepala Dinas Pendidikan Aceh, merupakan agenda rutin yang akan dilaksanakan Dinas pendidikan Aceh di setiap tahun.
“AMBC tahun ini merupakan rangkaian dari rangkaian kegiatan Hari Pendidikan Daerah ke 60 dan merupakan kejuaraan marching band yang ke 4 yang kita laksanakan,” tuturnya.
Teuku Nara menambahkan AMBC selama ini telah berhasil mencetak bibit unggul yang telah terbukti membawa nama Aceh ke kancah internasional, sebagaimana yang baru saja torehkan dengan perolehan 6 gelar juara pada Kuala Lumpur Youth International Marching Band Championship (KLYIMBC) di Malaysia pada 2019.






