“Tour de Koetaradja pesertanya 35 persen dari luar Aceh dengan jumlah totalnya 200 peserta. Event wisata tidak hanya berguna dalam memperkenalkan Aceh lebih dekat kepada wisatawan, mendukung industri pariwisata Aceh di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), tapi juga meningkatkan perputaran uang di sana, termasuk juga ekonomi,” tutur Jamaluddin.
Lebih jauh, diharapkan melalui kegiatan Tour de Koetaradja, tersampaikan pesan bahwa Aceh merupakan daerah wisata unggulan tidak hanya alam dan budayanya, namun juga event yang dihadirkan melalui spirit “The Light of Aceh”. Road Bike semacam ini dipandang memiliki peluang besar untuk menggaet peminat, mengingat antusiasme masyarakat bersepeda meningkat pesat selama pandemi Covid-19.
Kepala Bidang Pemasaran, Rahmadhani, M.Bus menambahkan, “Popularitas wisata olahraga sepeda meningkat pesat di masa pandemi Covid-19. Tidak hanya untuk meningkatkan imun karena menjaga kesehatan dengan berolahraga, tetapi juga bersepeda gaya hidup baru bagi banyak orang. Momentum tersebut adalah peluang untuk menggeliat pariwisata dengan event semacam ini, ” sebut Rahmadhani.
Peserta Tour de Koetaradja diberikan jersey, kaos kaki, cycling cap, suplemen strive. Untuk protokol kesehatan (prokes), peserta diwajibkan membawa surat keterangan negatif rapid antigen. Diwajibkan juga menjaga jarak di lokasi acara. Panitia juga menyediakan wastafel juga hand sanitizer, wajib menggunakan masker. Prinsip prokes yakni CHSE; Cleanliness, Health, Safety dan Environment. Adapun pemenang akan diberikan sejumlah uang tunai beserta mendali. (*)







