Zoel Kenedi juga merincikan, dari total biaya yang dikeluarkan oleh setiap peserta pengembangan wisata desa dari Aceh Tenggara tersebut,masing-masing sebesar Rp15 juta per orang atau Rp30 juta untuk dua orang per desanya.
“Namun sebelumnya semua biaya kegiatan tersebut, dilaksanakan sesuai dengan hasil musyawarah desa mulai dari tahapan musyawarah Dusun (Musdus ) dan Musyawarah Desa ( Musdes) atas dasar kemauan dari seluruh aparat desa di Kabupaten Aceh Tenggara,” Katanya.
Zoel Kanedi mengakui, keberangkatan sebanyak 650 peserta aparat Desa dari 320 Desa itu,yang turut ikut serta dalam kegiatan ini memang sempat tertunda kurang lebih 12 jam pada Senin 22 Maret 2021di Bandara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang , namun setelah berkoordinasi dengan pihak panitia dan maskapai penerbangan akhirnya seluruh peserta berhasil di berangkatkan pada Selasa 23 Maret 2021,dengan maskapai Lion Air,City Link dan Batik Air.
Terkait dengan Adanya tudingan dari sejumlah kalangan, hal itu wajar-wajar saja pada intinya kita berharap dengan adanya kegiatan in, semoga kedepan aparatur yang mengikuti kegiatan kunjungan belajar wisata ini, mereka sepulangya dari sana dapat mengali potensi wisata desa masing-masing dengan tujuan mendapat PAD desa se Aceh Tenggara.
Kepada, sejumlah kalangan masyarakat di Aceh Tenggara, agar tetap mendukung kegiatan ratusan Aparatur desa di Lombok, Nusa Tenggara Barat itu,Agar desa-desa dapat membuka wisata-wisata untuk penghasilan tambahan desa se Aceh Tenggara, tutup ia. (Yusuf)







