Sementara itu, pegiat wisata Gampong Nusa, Rubama, mengungkapkan masyarakat di desanya mengaku bahagia atas pencapaian tersebut. Namun, mereka menilai, prestasi ini bikin warga terpacu untuk mengembangkan ke arah yang lebih baik lagi.

“Tentunya kami bahagia bisa menjadi perwakilan Aceh di ADWI 2021. Walaupun sudah tahap 50 besar, kami tidak menutup diri untuk terus mendapatkan input/masukan dari berbagai pihak, apalagi ke depan penjuriannya hadir secara langsung,” kata Rubama kepada acehtourism.travel, Selasa, 24 Agustus 2021.
Rubama menyebut, masuknya Gampong Nusa ke dalam 50 Besar Desa Wisata Terbaik ADWI 2021 tidak terlepas berkat dukungan dari pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada Disbudpar Aceh dan dinas terkait lainnya yang telah men-support Gampong Nusa selama ini, sehingga bisa menjadi salah satu desa wisata berbasis masyarakat,” ucapnya.
Seperti diketahui, Kemenparekraf RI menyelenggarakan ADWI 2021 melalui laman jadesta.com. Kompetisi ini diikuti 1.831 desa wisata dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.
Awalnya, Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno mengumumkan 300 besar desa wisata terbaik. Di antaranya, terdapat tujuh dari perwakilan Aceh, yakni Gampong Aneuk Laot (Sabang), Ulee Lheue dan Punge Blang Cut (Banda Aceh), Nusa (Aceh Besar), Damaran Baru Eco Village (Bener Meriah), serta Desa Hakim Bale Bujang dan Bebesan (Aceh Tengah).
Kemudian di babak 100 besar, dewan kurator ADWI memilih tiga desa di Aceh, yaitu Gampong Aneuk Laot (Kota Sabang), Nusa (Kabupaten Aceh Besar) dan Gampong Punge Blang Cut (Kota Banda Aceh).







