“Sebelumnya di lokasi Burni Telong diadakan even mendaki gunung bertajuk ‘Ekspedisi Burni Telong 2018’. Sementara saat ini di masa pandemi, kegiatan tersebut berubah konsep yakni secara virtual yang didalamnya ada music ethnik, theatrikal, pentas seni dan peusijuk,” jelasnya.
Nurlaila juga menyebutkan, budaya dan seni mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam genesis kesenian tradisional Aceh. Kesenian tersebut mampu memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pencapaian target pariwisata.
“Dalam rangka meningkatkan pencapaian tersebut, maka akan dilakukan pengenalan lebih dalam ke masyarakat luas tentang budaya dan seni Gayo dengan pagelaran virtual bertajuk ‘Burni Telong Festival 2021’. Kegiatan ini nantinya juga menghadirkan sejumlah talenta dari tanah Gayo,” tutup Nurlaila.[]







