Sementara itu, Keuchik Gampong Lambaro Skep Tarmizi mengatakan, dirinya memang tidak mengizinkan warga untuk menggunakan beulangong desa, pasalnya acara peringatan 17 tahun tsunami yang disponsori oleh Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Usman SE di Masjid Darul Makmur tanpa sepengetahuan dirinya.
“Ini masyarakat mungkin terprovokasi, saya memang tidak mengizinkan beulangong desa digunakan untuk acara kenduri 17 tahun tsunami kemarin di Masjid (Darul Makmur). Alasannya, acara itu tanpa izin dan sepengetahuan saya sebagai kepala desa disini, jadi saya rasa yang saya lakukan tidak salah,” ucap Tarmizi yang juga berada di lokasi demo warga (Edi/Rahmat)







