Mengenang 21 Tah Tsunami dan Doa bersama Bencana Banjir Longsor Aceh Sumatera, Jumat (26/12), di Pang Sago Kupi, Lhong Raya, Banda Aceh. Foto: Istimewa.
Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Peringatan 21 tahun bencana tsunami Aceh digelar di kawasan Pang Sago, Banda Aceh, dengan suasana penuh khidmat dan keakraban.
Acara ini diisi dengan doa bersama serta penyerahan bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh.
Sekretaris PWRI Aceh, Drs. Yusriadi, M.Si, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk empati dan kepedulian terhadap masyarakat Aceh yang kembali diuji oleh berbagai bencana alam.
“Momentum mengenang tsunami 21 tahun lalu menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian kemanusiaan,” ujarnya.
Sementara itu, Hamdani, Kepala Dinas Kebersihan Kota Banda Aceh yang juga mantan Ketua PMI Aceh Besar, mengungkapkan bahwa bersama sekitar 150 relawan, pihaknya telah melakukan pembersihan sejumlah rumah ibadah yang terdampak lumpur di Aceh Tamiang. Menurutnya, kondisi bencana kali ini bahkan terasa lebih sulit dibandingkan masa tsunami.
“Pembersihan lumpur di rumah-rumah ibadah membutuhkan tenaga ekstra dan ketahanan mental yang kuat,” ungkap Hamdani.
Pandangan senada disampaikan Bustari Mansur, mantan Ketua PMI Aceh. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan ketangguhan, kesabaran, dan kesiapan relawan, meskipun mereka telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan mantan pengurus PMI tingkat provinsi maupun kabupaten, di antaranya Prof. Dr. Kurniawan, Kamaruzaman, Hamdani, Sapriadi, Ir. Surya, serta tokoh PWRI Aceh seperti Prof. Dr. Abdi Wahab, Prof. Dr. Said Muhammad, Drs. Azhari Basyar, Ir. Saidi Porang, dan Zulisman.







