Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami. Foto: Istimewa.
Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami, mengkritik kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani dugaan tindak pidana korupsi di Aceh. Ia menilai Aceh perlu mendapat perhatian yang sama seperti daerah lain dalam upaya pemberantasan korupsi.
Menurut Fauzan, sepanjang 2026 KPK telah menangani sejumlah kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah di berbagai wilayah Indonesia. Namun, di Aceh, penanganan terhadap sejumlah dugaan korupsi yang menjadi perhatian publik dinilai belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Kami mempertanyakan, mengapa Aceh terkesan luput dari perhatian? Padahal berbagai dugaan korupsi sudah lama menjadi sorotan publik. Jangan sampai muncul anggapan bahwa Aceh dibiarkan,” kata Fauzan, Senin (3/8/2026). Ia menegaskan, masyarakat Aceh menginginkan penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih.
“Kalau memang ada dugaan korupsi dan bukti awalnya cukup, maka harus diproses sesuai hukum. Jangan ada perlakuan berbeda. Masyarakat Aceh berhak mendapatkan keadilan yang sama seperti masyarakat di daerah lain,” ujarnya.
Fauzan juga menyinggung anggaran operasional KPK yang berasal dari keuangan negara. Menurutnya, lembaga antirasuah tersebut harus menunjukkan komitmen yang sama dalam mengusut dugaan korupsi di seluruh daerah, termasuk Aceh.
“Karena itu, kami berharap KPK bekerja maksimal di seluruh Indonesia, termasuk Aceh. Jangan sampai ada kesan pemberantasan korupsi hanya kuat di daerah tertentu, sementara Aceh kurang mendapat perhatian,” katanya.







