Scroll untuk baca artikel
Ads
Nasional

Volume Penjualan Tumbuh 6,9%, Solusi Bangun Indonesia Bukukan Laba Rp278 Miliar di Tengah Tantangan Industri

14
×

Volume Penjualan Tumbuh 6,9%, Solusi Bangun Indonesia Bukukan Laba Rp278 Miliar di Tengah Tantangan Industri

Sebarkan artikel ini
IMG 20260902 063926

Solusi Bangun Indonesia mengekspor semen tipe khusus ke Amerika Serikat melalui terminal khusus di Tuban, Jawa Timur.

Jakarta, Acehinspirasi.com l PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (“Solusi Bangun Indonesia” atau “Perseroan) berhasil menjaga momentum pertumbuhan dengan mencatat total volume penjualan sebesar 6,10 juta ton, meningkat 6,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini diraih di tengah berbagai tantangan industri seperti tekanan overcapacity yang berdampak pada persaingan harga, serta tingginya biaya energi dan logistik.

Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI) mencatat permintaan semen nasional mulai menunjukkan geliat positif sepanjang semester I 2026, yang didorong terutama dari percepatan belanja pemerintah untuk pembangunan di daerah dan aktivitas konstruksi . Namun, daya beli masyarakat yang masih lemah dan kontribusi sektor properti yang belum tumbuh signifikan terhadap pertumbuhan pasar, menunjukkan bahwa pemulihan permintaan belum berlangsung secara merata di berbagai segmen.

Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan Perseroan menempatkan penguatan daya saing dan optimalisasi kapasitas sebagai prioritas dalam merespons dinamika industri. Strategi tersebut dijalankan melalui efisiensi operasi, pengelolaan keuangan yang disiplin, serta perluasan basis pasar, baik di dalam negeri maupun ekspor.

“Pertumbuhan volume penjualan menunjukkan bahwa Solusi Bangun Indonesia mampu mengonversi peluang pemulihan permintaan menjadi pertumbuhan bisnis melalui transformasi fundamental khususnya pada penjualan retail. Di saat yang sama, pengembangan pasar ekspor menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang untuk memperluas basis pelanggan, mengurangi ketergantungan pada satu pasar, dan mengoptimalkan kapasitas produksi,” ujar Rizki Kresno Edhie Hambali.

Girl in a jacket