Kalau tidak salah ingat, kata HT. Ibrahim pada tahun 2019 silam beras bulog dan telur masyarakat dibuang secara besar- besaran.
Tetapi di sisi lain aksi membuang bahan pokok tersebut sangat mengiris hati mengingat masyarakat yang sudah melarat.
“Namun inilah rasa kecewa akibat penguasa seolah tidak mampu mandiri dalam memproduksi bahan pangan di dalam negeri,” ujarnya.
Di tengah keadaan petani melarat, para pejabat saling melempar tudingan seolah semua kebijakan mampu memberikan kemaslahatan rakyat, sehingga impor penting untuk stabilitas harga pasar.[]







