“Insya Allah kebangkitan kembali Partai Masyumi akan mengulang sejarah kebesarannya sebagai partai berbasis Islam. Mohon dukungan,” kata Prof. Darni tentang partai legenda yang dibentuk pada 7 November 1945 atau sekitar dua bulan pascakemerdekaan RI.
Komposisi Pengurus DPW Partai Masyumi Aceh, menurut Darni bukan hanya para tokoh yang sudah malang melintas di berbagai organisasi keumatan dan pemerintahan tetapi juga mengakomodir keterlibatan perempuan mencapai 30 persen.
“Kami juga diperkuat anak-anak muda kreatif yang diharapkan mampu mem-brading partai ini sesuai dengan kondisi kekinian,” ujar mantan rektor Unsiversitas Syiah Kuala Banda Aceh tersebut.
Darni sependapat dengan Pengurus PWI Aceh agar Partai Masyumi menggunakan berbagai platform media sosial untuk mempercepat sosialisasi program dan keberadaan partai kepada berbagai lapisan masyarakat termasuk kelompok milenial.
“Suka tidak suka kita harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi digital. Mari kita terus berkolaborasi. Insya Allah, kami dari PWI dengan sumber daya yang kami miliki siap untuk membantu, sejauh ada kepentingan publik di dalamnya,” timpal Ketua PWI Aceh.
Dijelaskan Darni, DPW Partai Masyumi Provinsi Aceh telah merampungkan pembentukan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di 23 Kabupaten/Kota di Aceh.
“Kepengurusan DPC sudah 100 persen dari 70 persen yang dipersyaratkan. Sedangkan DPC sudah di atas 40 persen dari 50 persen yang dipersyaratkan,” ungkap Darni.
Ditanya target pada Pemilu 2024, Darni mengatakan 60 persen. “Kami terus memaksimalkan berbagai persiapan untuk menuju 2024,” tandas Prof. Darni.







