Ia berharap kepada pemimpin Kota Langsa yang baru agar terus mengembangkan lokasi ini menjadi destinasi unggulan.
“Semoga dapat memberi manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Langsa. Kita harus berkolaborasi bangkitkan ekonomi, buka lapangan kerja dan bertransisi ke ekonomi baru,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Langsa Usman Abdullah menganggap kedatangan Menparekraf ke Langsa membangkitkan semangat pemerintah daerah dan anak-anak muda dalam membangun sektor pariwisata.
“Kami bersyukur dengan hadirnya Pak Menteri Sandiaga Uno kemari semangat luar biasa, baik secara moril dan psikologis dapat membangkitkan semangat kreatif masyarakat dan penggiat wisata di Langsa,” ujar Toke Suum, sapaan akrab Wali Kota Langsa.
Ia melaporkan, luas lokasi wisata hutan mangrove ini sekitar 8.000 hektare. Kalau digabungkan dengan Aceh Tamiang dan Aceh Timur sekitar 20 ribu hektare.
“Hari ini tempat wisata hutan mangrove yang dikelola menjadi ekowisata bekerja sama dengan Disbudpar Aceh mencapai 800 hektare lebih. Di sini tumbuh lebih kurang 30 spesies mangrove dan juga ada jenis mangrove yang langka,” sebutnya.
Destinasi hutan mangrove ini, kata dia, berdiri sejak tahun 2013 dan terus berlanjut hingga sekarang. Tinggi Tower Mangrove Forest Park mencapai 45 meter terdiri dari 8 lantai.
Desa Wisata Cinta Raja
Sementara itu, dalam kunjungannya ke Desa Wisata Cinta Raja, Sandiaga mengatakan desa ini memiliki potensi yang sangat besar untuk wisata alam.
Diketahui, Desa Wisata Cinta Raja yang hanya berjarak tempuh 15 menit dari Kota Langsa ini menjadi lokasi persinggahan burung-burung yang bermigrasi dari berbagai benua di dunia.








