Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Disdik Aceh Diapreasi Karena Gelar Pendidikan Antikorupsi untuk Guru

110
×

Disdik Aceh Diapreasi Karena Gelar Pendidikan Antikorupsi untuk Guru

Sebarkan artikel ini
IMG 20220417 WA0025

“Selama ini, guru-guru jarang sekali terlibat di ranah penggerak antikorupsi dan terkesan hanya hanya sebatas untuk orang-orang tertentu. Maka dengan adanya kegiatan seperti ini kami jadi faham tentang antikorupi yang dapat kami praktikkan dalam kegiatan sehari-hari dan mentransfer pengetahuan pada peserta didik kami,” ujar Yuliza.

Yuliza pun menaruh harapan agar kegiatan seperti ini dapat dilakukan Dinas Pendidikan Aceh secara berkesinambungan. “Kami berharap dapat dilakukan setiap tahunnya, karena dengan pemahaman antikorupsi kita dapat terhindar dari pelaku koruptif,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pemateri yang juga aktivis guru antikorupsi, Fatma Susanti, menuturkan jika para peserta sangat antusias dalam dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini, biasanya dalam beberapa pelatihan terkadang peserta cenderung tidak aktif dan bosan.

“Akan tetapi di pelatihan ini kami melihat para peserta sangat aktif dan antusias,” kata Fatma.

Fatma mengungkapkan, para pemateri dalam menyampaikan materinya menggunakan motode pendidikan yang interaktif, tidak hanya memaparkan tentang materi tapi juga pengalaman dalam sebagai aktivis antikorupsi.

“Jadi bukan mengunakan metode cereramh saja,” kata Fatma yang juga alumni ICW tersebut.

Fatma mengharapkan, somoga nantinya peserta yang telah mengikuti TOT bisa jadi traniner bagi para guru-guru dan peserta didiknya di sekolah dan di kabupaten/Kota masing-masing.

Untuk diketahui, TOT Pendidikan Kritis Guru Penggerak Anti Korupsi ini dilakukan Dinas Pendidikan Aceh bertujuan untuk memberikan peningkatan dan standarisasi kompetensi moral, perspektif, pengetahuan, keterampilan  menyangkut pembelajaran anti korupsi melalui pendekatan pendidikan kritis di sekolah kepada para trainer.

Girl in a jacket