Lanjutnya, mengatakan bahwa anggaran sebesar itu tidak akan mencukupi untuk mengatasi penanganan abrasi sungai dibeberapa titik terusan sungai Krueng Lamie.
Menurutnya, dengan anggaran sebesar itu tidak akan mencukupi, karena ada beberapa titik yang terparah. Ya, kalau dibilang cukup ya memang tidak cukup karena ada beberapa titik yang terparah,” jelas kabid Irwansyah.
Selanjutnya, mantan kepala desa Drien Tujoh M Adam, mengatakan bahwa pihaknya juga telah pernah menyampaikan kepada pemerintah daerah mengenai jalan Tripa Makmur, namun sejauh ini belum ada realisasi baik dari daerah, provinsi maupun pusat.
Dikatakannya, jalan Tripa Makmur merupakan jalan provinsi, oleh karenanya melalui media ini kami meminta kepada pemerintah provinsi Aceh dan pusat untuk segera melakukan penanganan di beberapa titik badan jalan yang hampir jatuh kesungai.
Apakah kita harus menunggu putusnya badan jalan tersebut ? Kita minta pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Aceh atas badan jalan dan sungai Krueng Lamie yang makin mengganas itu.
“Kami tidak hanya mendengar janji akan dibangun, tetapi yang kami butuhkan sekarang adalah kepastian,” tegas M Adam.
Sementara itu, pantauan Aceh inspirasi, bahwa jalan Tripa Makmur sedang dilakukan pekerjaan pemeliharaan berkala yaitu pelebaran ruas jalan kiri- kanan masing- masing 1,59 Cm, dengan luas keseluruhannya 3,18 Cm, yang merupakan dana APBA tahun anggaran 2022 , nomor kontrak 02-AC/ UPTD IV/ PUPR/ APBA 2022. Nilai kontrak Rp.8.933.539.000,-sebagai pelaksana CV Rahmad , pengawas PT Putra Andespal Perkasa, tanggal mulai 11 Maret 2022, tanggal selesai 09 November 2022 dan sumber dana Otsus Aceh. Penggalian kedalaman dari 20 sampai 40 cm karena ada badan jalan yang harus penambahan volume karena sering digenangi air bila datang musim hujan dan banjir. [Ainon]








