“Pada masa konflik dulu, saya sempat dua kali ditugaskan di Aceh. Karenanya Aceh tidak asing lagi bagi saya, namun suasana saat ini benar-benar beda. Kita hidup nyaman dalam kondisi damai. Saya akan memperkuat silaturahmi dan komunikasi dengan berbagai komponen, termasuk dengan media,” kata Kolonel Kris yang juga beristrikan jurnalis dan pernah menjabat Kapendam Jaya pada 2017-2019.
Selaku prajurit TNI yang diserahkan tanggungjawab sebagai Komandan Rindam IM, Kolonel Kristomei Sianturi memiliki tugas pokok membantu menyelenggarakan latihan dan pendidikan bagi seluruh jajaran Kodam IM untuk menghasilkan prajurit yang profesional, handal, dan berkualitas.
“Saya berharap ke depan makin banyak lagi putra-putri Aceh yang bergabung menjadi anggota TNI. Media menjadi salah satu sarana strategis untuk menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat termasuk memotivasi semangat putra-putri Aceh yang ingin menjadi prajurit TNI,” ujar sosok TNI yang menganggap pers adalah habitannya.
Danrindam IM berbicara banyak tentang berbagai kebijakan terkait rekruitmen prajurit TNI di Rindam IM, yaitu pendidikan Tamtama dan Bintara.
Yang terpenting diingat, kata Kolonel Kris, untuk bergabung menjadi prajurit TNI tidak dipungut biaya apapun, semuanya sudah ditanggung oleh negara.
Selain itu, jangan pernah percaya dengan orang-orang yang menyatakan bisa membantu meluluskan seseorang calon dengan meminta imbalan uang.
“Tidak ada yang bisa meluluskan seseorang selain kemampuan diri sendiri. Kalau ada yang mengaku-ngaku mampu meluluskan dengan imbalan uang, saya pastikan itu bohong. Orang yang mengaku mampu membantu itu ibarat pepatah orang menembak di atas kuda, kena syukur nggak kena nggak apa-apa,” ujarnya.








