Sementara itu Anggota Komisi IV DPR RI, H.M Salim Fakhry, menyampaikan para petani harap bersungguh sungguh untuk mengikuti kegiatan bimtek ini, agar nantinya ilmu yang di dapat dalam bimtek dapat di gunakan dalam pengolahan lahan pertanian.
Salim Fakhry juga mengatakan, terkait kelangkaan pupuk urea bersubsidi untuk keperluan petani di Aceh Tenggara ini, untuk distributor pupuk Fakhry menegaskan, ” tidak ada istilah gandeng dalam penjualan pupuk subsidi, karena tidak ada dalam aturan sistem pupuk urea bersubsidi harus digandeng dengan pupuk nonsubsidi,” Tegas Fakhry.
Fakhry juga, berharap kepada pihak pemerintah daerah dan aparat hukum untuk bisa menindak lanjuti dan tegas terhadap distributor pupuk yang nakal jika melakukan hal-hal diluar ketentuan dan peraturan dalam merealisasikan pupuk urea bersubsidi, harapnya.
Selanjutnya Hendratmojo H. M Sc, Dirjen Perkebunan Kementan RI, mengatakan, dalam kesempatan ini kita bisa berkumpul untuk mengikuti kegiatan ini, jika kita berkebun seperti kakao, kopi dan sebagainya bila dirawat dengan bagus tentu hasil panennya bisa untuk kesejahteraan bagi petani.
Selain kebun dirawat bagus, juga agar diperhatikan lahan nya, supaya tidak ada menimbulkan longsor dan banjir, petani berkebun memberikan peran yang pasitif untuk meningkatkan perekomian semoga covid 19 tidak ada lagi maka semuanya usaha bisa berjalan lancar, katanya. ( Yusuf)







