“Pemanfaatan berbagai teknologi di bidang layanan keuangan telah membawa perubahan yang signifikan pada industri perbankan. Karena itu, seluruh bank saat ini telah merubah orientasi mereka lebih kepada kebutuhan nasabah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembiayaan UMKM menjadi salah satu prioritas yang harus diemban oleh Bank Aceh sebagai mitra Pemerintah Aceh dalam konteks pembangunan daerah.
“Pemetaan terhadap potensi masing-masing daerah menjadi salah satu poin penting untuk menumbuhkan aktivitas bisnis dan menjaga kualitas pembiayaan,” tambahnya.
Ditengah perubahan zaman yang terjadi, Taqwallah meyakini Bank Aceh dapat terus adaptif dan berinovasi sehingga mampu memberikan kontribusi tidak hanya bagi Aceh, melainkan juga di kancah nasional.
“Sejumlah indikator keuangan sepanjang 2022 telah menunjukkan tren yang positif. Namun tentunya seluruh pihak harus terus meningkatkan motivasi dan menyiapkan langkah-langkah alternatif dalam menyikapi dinamika yang terjadi. Baik dalam konteks lokal maupun global.,” ujarnya.
Kunjungan kerja sebelumnya telah dilaksanakan di Sigli, Meureudu, dan Bireuen, Selasa 29 November 2022.
“Hari ini, pertemuan dilakukan di Kuala Simpang, Langsa dan Idi. Hari berikutnya akan berkunjung ke berbagai BAS cabang lainnya di kabupaten/kota hingga berakhir di Calang, Aceh Jaya,” kata Abdul Rafur, Project Management Officer BAS.
Kunjungan kerja turut dihadiri Direktur Operasional Bank Aceh, Lazuardi, dan Pemimpin UKM Center, Iskandar dan sejumlah tim kantor pusat Bank Aceh.[]







