Pihaknya juga menuntut Pemerintah Aceh atas kesamaan hak terkait dana pendidikan, mulai jenjang SD/MIN, SMP/MTSN, dan SMA/MAN.
Lebih lanjut, Syarbaini meminta agar memfasilitasi ruang dan kebebasan bagi seluruh peserta didik dalam melakukan aktualisasi diri dan peningkatan prestasi.
“Terakhir kami mendesak Kapolda Aceh menuntaskan pengusutan dugaan korupsi Wastafel APBA 2020, serta mengusut tuntas para pihak yang terlibat yanpa pandang bulu,” tegasnya.
Di penghujung aksi, Syarbaini menegaskan jika masih ada pihak-pihak yang mengatasnamakan peduli pendidikan sementara mereka bukan dari unsur pendidikan, maka pihaknya akan kembali menurunkan massa yang lebih banyak.
Dalam kesempatan itu Syarbaini mengatakan, bahwa aksi ini atas dasar kesadaran diri sendiri tanpa paksaan dari siapapun.
Aksi yang berlangsung secara tertib itu dilakukan secara bergilir oleh orator dari berbagai lembaga perwakilan yang hadir dalam aksi tersebut.
Aksi ini diterima oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Biro Kesra Setda Aceh, Drs. Amiruddin. Kepada wartawan Amiruddin mengatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada Pj. Gubernur Aceh dan Sekda Aceh.
“Berhubung Pak Pj. Gubernur dan Pak Sekda Aceh sedang berada di luar daerah maka tuntutan saya terima untuk kami sampaikan ke pimpinan,” katanya.[]








