Seharusnya, sebutnya lagi Pj Bupati Pidie, dapat melihat keluhan masyarakatnya.
Dalam kesempatan itu, Tgk Muhammad Nur juga sempat berkoordinasi dengan Pj Bupati Pidie dan menghubungi beliau melalui panggilan via telpon untuk membahas Terkait kedatangan investor dari Bandung untuk bersilaturahmi tentang program desa digital dan program daur ulang sampah menjadi pupuk organik untuk pembangunan daerah dan menambah PAD.
Namun panggilan via telpon ke nomor Pj Bupati Pidie tidak merespon, sehingga investor dari Bandung tersebut sangat kecewa dengan sikap Pj Bupati Pidie.
Lebih lanjut, Tgk Muhammad Nur menjelaskan, sebaran lahan sawah yang terdampak banjir di 17 kecamatan, diantaranya Kecamatan Peukan Baro, Indrajaya, Mutiara, Muara Tiga, Padang Tiji, Delima, Grong-Grong, Batee, Pidie, Simpang Tiga, Kembang Tanjong, Glumpang Baro, Glumpang Tiga, Mutiara Timur, Tiro, Mila dan Kecamatan Sakti.
Menurutnya, petani akan kembali dihadapkan dengan persoalan benih untuk penyemaian baru dan pupuk yang juga terbilang mulai langka.
Adapun kerugian yang dialami para petani adalah terancam gagal panen.
Untuk itu, diharapkan Pemerintah Kabupaten Pidie segera turun tangan memberikan solusi, subsidi benih dan pupuk untuk petani.
“Subsidi benih dan pupuk dipastikan ketersediaannya di lapangan akan menjadi solusi yang paling urgen saat ini,” ungkapnya.[]







