Sementara itu, perwakilan pihak Sanggar Cut Nyak Dhien, Zulfachrul menyampaikan sanggar yang dinaunginya ini mampu menampilkan beragam jenis tarian tradisional dan tradisi. Kemudian, Sanggar Cut Nyak Dhien kata Fachrul juga terus melahirkan SDM dari generasi muda.
“Tantangan dalam melestarikan seni dan budaya tradisional semakin berat seperti derasnya arus globalisasi yang memang tidak dapat dielak dengan kemajuan teknologi. Meskipun demikian, kami terus berjuang melestarikan seni dan budaya tradisional Aceh ini agar tidak ditinggalkan,” katanya.
Menurutnya, keberadaan Sanggar Cut Nyak Dhien dapat dijadikan sebagai wadah komunikasi sekumpulan orang-orang untuk kegiatan seni dan perlu mendapat dukungan dan perhatian dari semua pihak.
“Banyak tarian telah lahir dari Sanggar Cut Nyak Dhien ini dan berkiprah di tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Beberapa penghargaan diraih dan pernah meraih rekor MURI,” pungkasnya. []







