Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Ramadhan Bukan Bulan Biasa, Tapi Bulan Luar Biasa

230
×

Ramadhan Bukan Bulan Biasa, Tapi Bulan Luar Biasa

Sebarkan artikel ini
IMG 20230316 WA0030

“Ketika kita melihat Ramadhan secara lahiriah semata, maka kita akan mendapati bulan Ramadhan tidak beda dengan bulan lain. Ramadhan sama saja dengan Muharram, Rabiul Awal atau bulan lainnya, karena matahari tetap sama terbit di Barat dan tenggelam di Timur, shalat wajibnya sama, tak ada beda,” urainya.

Namun, ketika kita melihat Ramadhan dengan mata hati atau iman, urai Ustaz Faisal lebih lanjut, maka disinilah seorang muslim akan menemukan kedahsyatan Ramadhan, karena itu yang dipanggil Allah dalam puasa Ramadhan adalah orang beriman. Maka detik, menit, jam, serta hari-hari Ramadhan tidak akan disia-siakan oleh orang beriman, karena dia tahu bahwa Ramadhan luar biasa. Hari-harinya tidak sama dengan hari di bulan lain.

Memang di bulan lain ada juga shalat, namun khusus Ramadhan pahalanya berlipat ganda, bahkan tak terkira karena Allah langsung yang menilainya. Di bulan lain ada juga sedekah, ada membaca Al Quran, namun sekali lagi khusus Ramadhan semua kegiatan ibadah manusia berbeda sistem penilaiannya. Tidak lagi biasa saja, tapi sudah luar biasa.

Untuk itu, kata Ustaz Faizal, sadarilah Ramadhan tidak selalu dapat kita jumpai. Ada masanya ketika Ramadhan tiba kita sudah tiada. Jangan nanti timbul penyesalan ketika kita sudah di alam kubur, mengapa kita menyia-nyiakan Ramadhan, padahal sudah berpuluh kali kita diberi kesempatan bersamanya.

“Al Quran menggambarkan betapa banyaknya orang di alam kubur menyesal dan memohon kepada Allah agar diberi kesempatan lagi hidup di dunia untuk bisa memperbaiki amal. Tapi Allah menjawab dalam Al Quran Surat Al Muminun ayat 99-100 dan 107-108, tidak ada lagi jalan kembali ke dunia,” pungkasnya.

Girl in a jacket