Perlu kami sampaikan kepada bapak Kapolda bahwa Kota Langsa terbentuk melalui UU No 3 Tahun 2001, Kota ini termasuk kota kecil dengan luas 262,4 km2 yang dibagi dalam 5 kecamatan dan 66 gampong. Jumlah penduduk kurang Iebih 190.000 jiwa yang terdiri dari beragam etnis yang secara statistik etnis Jawa mayoritas di kota ini, disusul etnis Aceh, Batak, Melayu, Gayo, Cina, dan lain-Iain, jelas Walikota Langsa.
Keberagaman etnis tersebut berdampingan dalam harmoni kehidupan yang penuh kedamaian sehingga dalam situasi apa pun Kota Langsa seperti menjadi oase yang menawarkan kenyamanan dan ketentraman hidup di Aceh, termasuk dalam masa puncak konflik bersenjata tahun 1999-2005, Kondisi inilah yang ingin kami pertahankan yaitu Kota Langsa menjadi rumah yang nyaman bagi semua orang, apa pun latar belakangnya, kata Walikota Langsa.
Setelah itu, Kapolda Aceh menyampaikan sambutan diantaranya mengatakan, saya jujur saja tidak menyangka pada malam hari ini mendapat kehormatan disambut yang begitu meriah, karena saya datang kesini sebenarnya karena saya sudah lama tidak melaksanakan kegiatan kunjungan kerja, sudah 6 bulan saya berada di Banda Aceh menjadi Kapolda Aceh belum sempat jalan-jalan.
Terima kasih atas sambutan yang luar biasa ini Pak Walikota dan seluruh unsur forkopimda, saya jujur tidak menyangka bukan sederhana pak ini sudah lebih buat saya, kata Kapolda.
Tentunya sebagai orang yang baru di Aceh dan saya baru pertama kali ini dinas di Aceh atau dinas di pulau sumatera yang ke dua setelah riau, sebelumnya saya lama dinas di Jawa kemudian setelah itu ke Sumatera, baru 2 pulau saja, Jawa dan Sumatera. Aceh ini adalah tempat kedua berdinas setelah Riau, kata Kapolda.






