Lanjutnya, hasil dari peninjauan dan survei yang dilakukan melihat sisi pengolahan masih menggunakan sistem manual, begitupun dalam proses pembakaran rebusan kedele.
Untuk itu, Kata Fathullah kedepan akan memberikan bantuan pembakarannya secara teknologi. “Dan kita harapkan tahun depan bisa membantu alat pembakarannya, yakni dengan menggunakan alat pembakar teknologi, seperti Boiler,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa pabrik tempe Soya, sebagai contoh IKM yang sangat bagus usaha tempenya, dan sudah berkembang.
“Hanya tinggal dilakukan pengembangan dari segi teknologi yang digunakan untuk meningkatkan hasil produksi,” paparnya.
Untuk diketahui, kata Fathullah dalam kesempatan tersebut, menyebut bahwa pabrik tempe Soya telah memiliki sertifikat halal.
Selanjutnya, ia menyebut sejalan dengan hal tersebut, Fathullah, juga menjelaskan bahwa BSPJI, Kamis (24/8) tadi, menggelar kegiatan dengan memberikan serifikat halal (gratis) kepada 70 Industri Kecil Menengah (IKM) di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh.
Ia berharap kedepan bagi IKM – IKM sekitar, yang mungkin belum memiliki sertifikat halal bisa langsung ke BSPJI. “Dan nanti akan kita bantu memberikan sertifikat halal secara gratis,” ucapnya.
Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut, Pj Ketua Dekranasda, Aceh Besar, Cut Rezky Handayani, mengatakan bahwa kehadirannya di Pabrik Soya adalah kunjungan kedua, di mana sebelumnya juga sudah pernah bersilaturahmi menanyakan terkait apa-apa saja yang bisa dilakukan oleh kementerian terkait pengembangan usaha pabrik tempe Soya tersebut.







