“Alhamdulillah hari ini kita telah dapat mempertemukan dan membawa serta mengajak BSPJI melakukan survei di pabrik tempe Soya ini,” jelas Pj ketua Dekranasda Aceh Besar tersebut.
Foto Bersama didepan Pabrihk pengolahan Tempe Soya, di wilayah Gampong Reloh, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (24/08/2023). (Foto: Acehinspirasi)
Lanjutnya, ia mengatakan dari hasil peninjauan dan survei tersebut pihak balai merespon dan menanggapi terhadap apa saja yang dibutuhkan dalam hal pengembangan usaha pabrik tempe Soya tersebut.
Lebih lanjut, ia menambahkan dikunjungan awal, sebutnya begitu luar biasa. Di mana melihat para pekerja di pabrik tersebut, rata rata pada umumnya mempekerjakan orang orang lanjut usia (lansia).
“Jadi Itu yang membuat saya tergugah, karena mereka masih mempertahankan tenaga kerja lansia. Selain itu, mereka juga mempekerjakan tenaga kerja lokal dan sekelilingnya,” paparnya.
Ia berharap Industri Kecil Menengah di kabupaten Aceh Besar, bisa terus berkembang. Bukan hanya produksi tempe, tetapi juga diharapkan nantinya bisa kepengembangan produksi tahu,” paparnya.
Sementara itu dia juga berharap adanya pengelolaan air tahu menjadi bahan minum segar (air Soya). Selan itu juga adanya olahan makanan yang berasal dari tempe.
Artinya, jikapun ada kendala dan hambatan dalam memproduksi tempe tersebut bisa dicari solusinya. “Seperti hari ini kita bisa menggandeng tamu tamu dari kementerian yang memiliki hubungan baik dengan kita untuk bisa dicari solusinya,” paparnya.
“Insha Allah, hasil survei tersebut, mereka menjanjikan akan memberikan bantuan dan dukungannya terhadap apa apa saja yang dibutuhkan dalam hal pengembangan produksi tempe tersebut,” ungkapnya.








