“Pembangunan dan renovasi IPAL ini bertujuan agar bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar dan menurunkan beban pencemaran. Pembuatan MCK juga dilakukan penambahan sumur bor dan toren air yang seluruhnya telah selesai dibangun dan siap untuk digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Ilyas.
Seusai acara, pada kegiatan ramah tamah dengan jajaran DLHK Aceh bersama Staf Ahli Menteri LHK RI, Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Iskandar AP menyarankan agar Tahura Pocut Meurah Intan terus dibenahi, agar menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
“Saree adalah salah satu tempat persinggahan para pengguna jalan, baik yang akan menuju Banda Aceh, maupun yang akan meninggalkan Banda Aceh. Jika dibenahi dengan baik, maka masyarakat akan kembali berkunjung ke kawasan ini. Lokasi Tahura ini sangat strategis dan asri,” ujar Iskandar.
“Terima kasih atas pembenahan yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran DLHK, sehingga Tahura Pocut Meurah Intan terlihat semakin indah dan menarik. Kami optimis, dengan segala potensi yang tersedia di sini, dengan pembenahan dan pengelolaan yang semakin baik, maka Tahura Pocut Meurah Intan akan kembali mampu menyumbang PAA bagi daerah kita tercinta ini,” sambung Iskandar.
Menanggapi saran Iskandar AP, Kepala Dinas LHK Aceh A Hanan, yang saat ini juga menjabat sebagai Pj Wali Kota Lhokseumawe, menjelaskan, dirinya bersama seluruh jajaran terus berupaya membenahi Tahura Pocut Meurah Intan.
“Sejak dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Dinas LHK, kami berkomitmen untuk melakukan pembenahan, tentu saja dengan dukungan dari jajaran DLHK Aceh. Dan, pembenahan Tahura Pocut Meurah Intan menjadi salah satu fokus kami. Karena Tahura ini sangat strategis tidak hanya bagi pengembangan pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, tetapi yang paling penting tentu saja untuk pendidikan,” kata Hanan.







