Bantu Bibit untuk 60 ribu Hektar Lahan di Aceh
Pada kesempatan tersebut, Amran juga menegaskan, Kementan akan mendukung penuh Aceh dalam upaya menggerakkan penanaman jagung di Tanoh Rencong.
“Bu Kadis, mau tanam berapa jagung di Aceh?” tanya Mentan kepada Kepala Dinas Pangan Aceh Cut Huzaimah.
“Saya sudah ajukan 60 ribu Pak,” jawab Cut Huzaimah.
“Siap, 100 ribu pun saya berikan. Daerah itu mudah, didukung penuh. Dipermudah pupuknya, diberikan bibit benih gratis, selesai. Yang terpenting adalah, jika ini menguntungkan maka masyarakat akan terus menanam, terus berproduksi Bulog menjaga dan memastikan agar harganya tidak jatuh harus diserap. Jadi, Pemerintah peduli pada sarana produksi namun hal yang juga tak kalah penting adalah peduli pada hasil akhir, yaitu harga,” ujar Amran tegas,
Mentan menambahkan, jika petani mendapatkan untung, maka tidak perlu disuruh untuk menanam, mereka akan menanam sendiri, tidak usah diimbau atau diajak. Tetapi sebaliknya, jika rugi, maka setengah mati kita imbau dan ajak pun mereka tidak akan mau menanam.
“Karena itu, sekali lagi kami mengapresiasi Pak Gubernur dan Pak Pangdam. Kita insan pertanian ini seharusnya malu, kenapa justru kedua tokoh ini yang menggerakkan. Meski kita ketahui, sesuai Perpres yang ditandatangani pada 3 Maret 2011, bahwa jika ada kondisi ekstrim, TNI, Mendagri, Panglima TNI harus turun. Jadi, Pangdam Iskandar Muda ini betul-betul visioner, tahu betul bahwa ketahanan pangan identic dengan ketahanan negara,” sambung Mentan.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur, kepada Pak Pangdam. Ini merupakan sebuah gerakan luar biasa yang bisa kita sumbangkan bukan semata untuk konsumsi, untuk ketahanan pangan bagi rakyat Indonesia, tetapi juga untuk kemanusiaan jika ke depan produksi jaguing kita sudah surplus.







