Apresiasi dan ucapan terimakasih juga dilontarkan oleh Pj Ketua Dekranasda Aceh Besar, Cut Rezky Handayani SIP MM.
Menurutnya, promosi di level nasional terutama di kalangan para jurnalis se nusantara itu, menjadi langkah tersendiri untuk membumikan batik khas Aceh Besar ‘Nyan Cap’.

Grup Paduan Suara IKWI Aceh dengan seragam batik khas Aceh Besar menjelang tampil di pentas HPN 2024 di Candi Bentar 6, Ancol, Jakarta Utara, Minggu, 18 Februari 2024. (Dok IKWI Aceh).
“Alhamdulillah, selama kerajinan tekstil Batik ‘Nyan Cap’ diproduksi beberapa bulan lalu, sebagai titik balik kebangkitan batik khas Aceh Besar serta produk kerajinan tekstil dimulai, saat ini pangsa pasarnya sudah mulai terbuka dan menjanjikan,” kata Cut Rezky yang juga Pj Ketua TP PKK Aceh Besar itu.
Cut Rezky yang akrab disapa Cut Anda oleh koleganya, kembali menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kerajinan tekstil hingga gerabah di Aceh Besar.
Sebagai bagian untuk mewujudkan UMKM tangguh serta mandiri di Aceh Besar.
“UMKM adalah soko guru untuk kesejahteraan masyarakat, termasuk di Aceh Besar dan termasuk tetap eksis saat dihantam pandemi Covid-19 .
Untuk itu kami bersama stake holder terkait berkomitmen penuh untuk mewujudkan UMKM tangguh dan mandiri di Aceh Besar,” demikian Cut Rezky.
Paduan suara Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Aceh tampil di pentas Hari Pers Nasional (HPN) 2024 di Candi Bentar Putri Duyung Ancol, Jakarta, Ahad (18/2/2024).
Usai tampil di ajang Lomba Paduan Suara Nasional khusus untuk jajaran IKWI, Ketua IKWI Aceh, Ny. Hanifah mengatakan, selain itu agenda yang diikuti IKWI Aceh adalah “Seminar Penghapusan KDRT” yang dipusatkan di Candi Bentar 6, Ancol, Jakarta Utara.






