“Jika merujuk pada PAA Tahun Anggaran 2023, kita bersyukur karena terjadi peningkatan, dimana realisasinya mencapai Rp2.98 Triliun atau berkisar 104,66 persen dari target sebesar Rp2.85 Triliun. Untuk tahun 2024, target kita adalah sebesar Rp3.01 Triliun,” kata Gubernur.
Untuk itu, sambung Gubernur, BPKA perlu segera merumuskan strategi untuk peningkatan Pendapatan Asli Aceh, terlebih lagi, mengingat Dana Otsus Aceh yang segera akan berakhir pada tahun 2027. Dalam hal ini, penting dilakukan evaluasi terhadap pencapaian angka PAA pada tahun lalu, sebagai upaya agar bagaimana angka tersebut dapat meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
Dalam sambutannya, Gubernur juga mengingatkan Kepala BPKA, bahwa upaya meningkatkan serapan anggaran menjadi bagian penting dari pelaksanaan pengelolaan keuangan yang dijalankan oleh BPKA. Oleh karena itu, penting bagi seluruh jajaran untuk terus memacu kinerja dan melakukan langkah-langkah strategis dalam memastikan serapan anggaran lebih optimal.
Gubernur juga mengingatkan jajaran BPKA untuk mengoptimalkan dan mensinergikan semua potensi yang ada serta selalu menjalin komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga mampu mewujudkan pengelolaan keuangan yang baik dan bisa menggapai cita-cita untuk mensejahterakan rakyat dengan berlandaskan iman dan taqwa.
“Sejalan dengan hal tersebut, maka Kepala BPKaa yang baru dilantik memiliki tanggung jawab besar dalam mengkoordinir upaya-upaya tersebut. Untuk itu, saya menyerahkan tugas besar ini dengan keyakinan penuh bahwa Saudara mampu menjalankannya dengan baik. Saya yakin, dengan kepemimpinan yang visioner dan inovatif, serta kerja keras yang dilandasi dengan integritas, saudara mampu mengembangkan berbagai strategi dan kebijakan untuk pelaksanaan tugas-tugas yang diembankan ini dengan sebaik-baiknya,” kata Gubernur.







