“Pendekatan yang sejuk dan netral dalam berkomunikasi bisa dapat mengurangi potensi konflik dan meningkatkan rasa persatuan di antara warga dan umara,” tuturnya.
Penurunan budaya musyawarah di kalangan tokoh politik Aceh merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan struktur politik, pengaruh politik nasional, modernisasi, dan kepentingan pribadi.
“Nah, untuk mengembalikan nilai-nilai musyawarah, diperlukan upaya bersama dari semua pihak, baik tokoh politik, masyarakat, maupun lembaga pendidikan, untuk mengedukasi dan mempromosikan pentingnya musyawarah dalam pengambilan keputusan politik,” Demikian, kata Isa Alima.[]







