“Manajemen juga harus membangun jejaring dengan semua pihak, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Manfaatkan dan tata aset yang ada sebesar-besarnya untuk menarik investor, karena keberadaan investasi akan membuka lapangan kerja baru, dengan demikian kita akan mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi di daerah kita,” imbau Gubernur.
“Mari, mulai saat ini kita berfikir bersama, apa yang bisa kita lakukan, apa yang bisa kita kerjakan selama kita masih diberi amanah di posisi masing-masing. Berikan pengabdian terbaik kita, demi masyarakat,” imbau Bustami.
Sementara itu, Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, selaku anggota DKS mengingatkan jajaran BPKS untuk memberi perhatian kepada kawasan Pulo Aceh yang menjadi bagian dari pengusahaan BPKS.
“Agar tidak terjadi kesalahpahaman debgan masyarakat, saya sudah beberapa kali mengingatkan jajaran BPKS untuk lebih sering berkunjung ke Pulo Aceh, untuk meminimalisir konflik dengan masyarakat, terutama terkait lahan, “ kata Iswanto.
Sementara itu, Wakil Kepala BPKS Abdul Manan, menjelaskan saat ini arah pengembangan dan kegiatan prioritas BPKS adalah mewujudkan Kawasan Sabang sebagai gerbang barat kemaritiman Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan, dalam rangka menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045.
“Untuk mewujudkan hal tersebut, setidaknya ada tiga upaya yang kita lakukan, yaitu meningjatkan sektor ekonomi kemaritiman dan ekonomi hijau, penyediaan infrastruktur ekonomi kemaritiman yang berkualitas dan ramah lingkungan serta terus melakukan peningkatan tata kelola administrasi pemerintah yang baik,” ujar Abdul Manan.







