Abdul Manan juga menjelaskan lima fokus rencana kerja BPKS, yaitu Sertifikasi dan digitalisasi aset/data base online aset BPKS (tanah dan bangunan) dan penataan ruang Kawasan Pulo Aceh. Penuntasan Pelabuhan Penyeberangan Balohan dalam upaya fungsionalisasi dan komeraialisasi aset.
Selanjutnya, pelaksanaan strategis bisnis melalui penyiapan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO). Pelaksanaan promosi potensi Trade, Tourism and Inveatment (TTI). Peningkatan Layanan investasi/berusaha pada unit PTSP. Dan terakhir, fungsionalisasi dan komersialisasi aset eksisting lainnya untuk peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan inveatasi. []







