“Jadi tidak heran kalau kita lihat hari ini Kota Sabang sangat heterogen, berbagai suku ada di sini, dan juga Sabang merupakan daerah kosmopolit, yaitu kota yang terbuka untuk disinggahi dari berbagai suku bangsa,” ujar Reza.
Komandan Lanal Sabang Kolonel Laut (P) Gita Muharam, menyebutkan muhibah jalur rempah akan menjelajahi kearifan lokal di tujuh lokasi menggunakan KRI Dewaruci serta ikut juga 75 laskar rempah terpilih. Kapal tersebut merupakan KRI legenda yang dipakai seluruh taruna akademi angkatan laut sebelum dilantik menjadi perwira untuk mengelilingi dunia.
“Akhirnya kita dapat bernostalgia kembali, pelayaran yang melewati titik sejarah perdagangan dan budaya yang menjadi simbol perhubungan antar daerah melalui histori muhibah jalur rempah,” ujar Gita.
Menurutnya, kegiatan itu diharapkan dapat mengingatkan semua orang pada saat kejayaan masa lalu di Kota Sabang dalam hal perdagangan rempah-rempah. Jalur rempah dinilai masih menjadi perhatian negara-negara barat.
“Oleh karena itu kami berharap muhibah rempah bisa dijadikan sebagai suatu wahana untuk mengaktifkan kembali jalur rempah yang dulu pernah ada menghubungkan titik rempah antar wilayah dan budaya,” sebut Gita.
Gita juga berharap pelaksanaan kegiatan itu dapat berjalan dengan lancar dan aman sampai melanjutkan pelayaran ke tujuan berikutnya. Sebelum berlabuh di Sabang, KRI Dawaruci sudah singgah di Dumai dan selanjutnya akan berlayar ke Malaka.
Kadisbudpar Aceh Almuniza Kamal, berharap rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai kejayaan rempah di Aceh selama berada di Kota Sabang. Pada masa lalu, Aceh dikenal sebagai salah satu daerah penghasil rempah terpenting di kepulauan nusantara.







