“Pemerintah Aceh berkomitmen menyelenggarakan Popda setiap dua tahun untuk menjaga proses pencarian atlet berbakat yang berkesinambungan,” tegas Bustami.
Ia menekankan pentingnya proses pembinaan atlet sejak dini sebagai investasi masa depan dalam olahraga Aceh.
Bustami juga memberi motivasi kepada para atlet yang akan berkompetisi, agar memberikan kemampuan terbaiknya dengan sportivitas dan jiwa persaingan yang tinggi. Namun, ia juga menekankan pentingnya menjaga persahabatan di antara para atlet.
“Saya meminta anak-anak kita untuk berkompetisi dengan sepenuh hati, sportif, dan jiwa kemanusiaan yang tinggi. Persahabatan tetap diutamakan dalam setiap pertandingan,” ucapnya.
Dalam penutup sambutannya, Bustami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur yang menjadi tuan rumah Popda ke-17 ini.
Ia berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar sehingga para atlet dapat berkompetisi dengan gembira dan membanggakan.
“Suksesnya perhelatan Popda ini akan menjadi pembelajaran berharga dalam menyongsong penyelenggaraan PON ke-21 tahun 2024 yang akan kita gelar dua bulan mendatang,” tambahnya.
Sementara itu Pj Bupati Aceh Timur Mahyuddin dalam sambutannya menyampaikan, ajang Popda bukan hanya untuk mengejar status juara, namun yang lebih penting adalah menunjukkan sikap sportivitas dalam pertandingan.
Ia berharap seluruh rangkaian Popda kali ini berlangsung sukses sehingga para atlet dari seluruh Aceh dapat tampil maksimal demi membawa harum nama daerah masing-masing.
Seremonial pembukaan POPDA turut dihadiri Ketua DPRA, Pj Ketua PKK Aceh yang juga Istri Pj Gubernur Aceh, Kadispora Aceh, sejumlah Pj Bupati/Walikota dari berbagai daerah di Aceh, dinas dan unsur terkait dari provinsi dan kabupaten/kota. []







