“Setidaknya kita harus bijaksana dulu dalam membuat statemen dalam menterjemahkan ataupun mengambil satu makna dalam kajian Tauhid Tassawuf. Jangan sampai kita langsung membuat pernyataan atau menganggap itu sesat, jika kita belum benar benar memahaminya,” tutur Tuan Guru Fekri Juliansyah bin Muslim.
Ia berharap kepada seluruh masyarakat Aceh khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk tidak terjebak dalam situasi yang dapat dimanfaatkan oleh orang – orang yang mengambil keuntungan dari momen – momen tertentu untuk kepentingan kelompok dan golongan.
“Kadang ada orang – orang tertentu dapat memanfaatkan situasi dalam momen tersebut. Artinya ada pihak lain di luar kita yang mengkaji tauhid tassawuf sengaja memanfaatkan kesempatan ini untuk memecah belah kalangan kita sendiri, untuk itu kita sebagai umat islam harus berhati – hati!” pungkasnya.






