Banda Aceh – Acehinspirasi.com – Pendiri Majelis Syahadatain Antara Bangsa dan Pemerhati Sufi Nusantara, DR.(H.C)TG.Fekri Juliansyah,Ph.D, atau lebih dikenal dengan sebutan Tuan Guru Fekri Juliansyah bin Muslim, sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya keberadaan Majelis Pengkajian Tauhid Tassawuf -Internasional (MPTT-I) Aceh, pimpinan Abuya Syech Haji Amran Waly Al- Khalidi.
“Secara pribadi saya mengapresiasi dan mendukung keberadaan MPTT-I di Aceh maupun diluar Aceh.” Tegasnya dalam bincang – bincang kepada Acehinspirasi.com, di Banda Aceh, Jumat (6/11/2020)
Menurutnya, MPTT- I, telah membuka wawasan berpikir bagi masyarakat dalam memahami pokok – pokok tauhid tassawuf.
“Adanya MPTT-I yang dipimpin Abuya Syech Haji Amran Waly Al-Khalidi sudah menambah khazanah pengetahuan bagi masyarakat tidak hanya Indonesia tetapi juga dunia untuk memahami pentingnya pengkajian tauhid tasawuf ini sebagai dasar keimanan kepada ALLAH sehingga terhindar dari kesyirikan”, jelasnya.
Ia menilai, terkait tudingan sesat terhadap MPTT-I Aceh saat ini, itu terjadi hanya karena kesalahpahaman semata.
“Memang ilmu tauhid tassawuf itu rentan salah tafsir dari masyarakat awam”, tambahnya.
“Jika dikatakan MPTT-I itu sesat sama halnya dengan mengatakan bahwa ilmu tauhid tassawuf itu sesat !Padahal belajar Tauhid Tassawuf itu hakikatnya agar diri kita terhindar dari kesesatan dan kesyirikan!”, tegasnya lagi.
” Apakah benar mempelajari ilmu tentang tauhid tassawuf itu dianggap sesat dalam Islam ??
Padahal pokok awal dalam beragama Islam adalah mengenal dan men- tauhidkan Allah Yang Maha Tunggal (Al Ahad). Sebagaimana Kalamullah dalam Al Quran Surat Al Ikhlas Ayat 1 : “Qulhuallahuahad” yang artinya Katakanlah bahwa Allah itu Esa !”, ingatnya.






