“Pemetaan ini tidak hanya menunjukkan potensi risiko, tetapi juga menjadi dasar dalam merumuskan strategi pencegahan. Dengan informasi yang akurat, kita dapat mencegah berbagai pelanggaran dan siap menghadapi tantangan yang mungkin muncul selama proses pemilihan,” ujar Azwardi, mengutip sambutan Pj Gubernur.
Acara tersebut juga menghadirkan seminar bertema “Antisipasi Kerawanan Pemilihan Serentak 2024: Perspektif Akademik dan Kepolisian”.
Safrizal melalui sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara akademisi, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung terwujudnya Pilkada yang aman dan berintegritas.
Di akhir sambutan tertulisnya, Safrizal mengajak semua pihak, baik pemerintah, aparat keamanan, akademisi, maupun masyarakat untuk bersatu dan bekerja keras demi menciptakan Pilkada Serentak yang damai dan berkualitas.
“Dengan kerja sama yang solid dan komitmen yang kuat, mari kita pastikan bahwa Pemilihan Kepala Daerah serentak tahun 2024 di Aceh menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal transparansi dan integritas,” tutupnya. []







