Namun, meski telah berusia senja, pria kelahiran Simpang Tiga Pidie, pada 17 Agustus 1975 ini tak surut langkah. Pada peringatan HUT Bhayangkara tahun ini, Nasir berhasil meraih Juara pertama Marathon 10 Km kategori master.
Kecintaan Nasir pada dunia Marathon kini diteruskan oleh putra kesayangannya, Muzakir, yang mengikuti jejaknya sebagai pelari.
Berbeda dengan dirinya, sang junior memilih sebagai pelari trail run. Dan, yang paling membanggakan Nasir, sang anak bergabung dengan Kontingen PON XXI Aceh.
“Alhamdulillah, anak saya turut memperkuat Kontingen PON XXI Aceh. Muzakir bergabung dengan tim di cabang olahraga trail run,” ucap Nasir. Senyum mengembang di wajahnya, air mukanya menyiratkan kebahagiaan.
Sementara itu, Pj Bupati Pidie Samsul Azhar, dalam amanatnya selaku Pembina Upacara menjelaskan, gelaran PON bukan hanya ajang perlombaan fisik semata, tetapi menjadi sebuah sarana untuk mempererat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
“Melalui olahraga, kita belajar tentang nilai-nilai penting seperti kerja sama, disiplin, integritas, dan semangat pantang menyerah. Kirab Api PON melambangkan seluruh nilai tersebut dan merupakan sebuah kehormatan besar bagi kita, masyarakat kota Subulussalam dapat turut ambil bagian dalam momen bersejarah ini,” ujar Samsul Azhar.
“Kehadiran Kirab Api PON XXI ini bukan hanya sekadar Seremonial. Ini adalah simbol harapan dan semangat yang harus terus kita jaga. Mari kita jadikan momen ini sebagai tonggak bagi kemajuan olahraga di Aceh, sekaligus sebagai inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi daerah dan bangsa,” kata Samsul Azhar.







