Presiden juga berbicara tentang potensi kopi Aceh, seperti Kopi Gayo dan Kopi Lamno, yang kini sudah mulai dikemas dengan baik.
“Dengan pengemasan yang bagus, produk ini akan memiliki nilai tambah yang luar biasa,” katanya, sembari mendorong pemerintah daerah untuk memperhatikan pengembangan produk lokal.
Selain itu, Jokowi menyoroti perkembangan industri parfum dari nilam yang kini mulai disuling dan dipasarkan. Ia berharap pemerintah daerah bisa memberikan dukungan lebih bagi pengembangan produk-produk lokal.
“Semua inovasi ini dikerjakan dengan teknologi modern. Sudah saatnya anak muda mengambil alih untuk mendorong ekonomi Aceh dan negara kita,” katanya.
Presiden Jokowi mengapresiasi langkah yang diambil oleh BIN dalam menginisiasi proyek ini dan berharap provinsi lain juga bisa mencontoh langkah serupa.
“Dengan adanya Gedung Amanah ini, diharapkan dapat menjadi pusat kreativitas dan inovasi bagi anak muda di Aceh, sekaligus meningkatkan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja,” harap Jokowi.
Semua inovasi yang ada di Amanah dikerjakan dengan teknologi modern dengan melibatkan sekitar 20 ribu anak muda di seluruh aceh.
Jokowi megatakan, sudah saatnya anak muda mengambil alih untuk mendorong ekonomi Aceh dan negara agar memiliki daya saing.
Sementara itu Pj Bupati Aceh Besar mengucapkan terimakasih kepada Presiden Jokowi yang telah datang berkunjung ke Aceh Besar untuk meresmikan Gedung Amanah di KIA Ladong dan ruas jalan Blang Bintang-Krueng Raya.
“Terimakasih bapak Presiden, semoga kedatangan Presiden ke Aceh menjadi motivasi dan dapat menyemangati anak-anak muda Aceh khususnya Aceh Besar dalam berkreasi,” pungkas Iswanto.







