Dr. Akmal, Alumni Doktor Ilmu Manajemen (DIM) XIV Universitas Syiah Kuala (USK).
Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Pernyataan Gubernur Aceh yang dimuat salah satu media daring mengenai persoalan LGBT sebagai isu serius yang perlu dicegah mendapat perhatian dari berbagai kalangan.
Menyikapi hal tersebut, Dr. Akmal, Alumni Doktor Ilmu Manajemen (DIM) XIV Universitas Syiah Kuala (USK), kampus yang dikenal sebagai jantung hati masyarakat Aceh, menilai bahwa tantangan utama saat ini adalah semakin derasnya arus informasi di media sosial yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda apabila tidak diimbangi dengan literasi digital dan pendidikan karakter yang memadai.
Menurut Dr. Akmal, media sosial telah menjadi ruang komunikasi tanpa batas yang memungkinkan berbagai ide, gaya hidup, dan pandangan dari berbagai negara tersebar dengan cepat kepada masyarakat, termasuk kalangan remaja.
Dalam kondisi tersebut, kemampuan generasi muda untuk menyaring informasi menjadi sangat penting agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai konten yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama, budaya, dan norma yang berlaku di Aceh.
“Media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga membentuk cara berpikir generasi muda. Karena itu, yang harus diperkuat adalah daya kritis, literasi digital, pendidikan agama, dan ketahanan keluarga agar anak-anak mampu memilih informasi yang bermanfaat serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai kampanye yang berkembang di ruang digital,” ujarnya.







