“Memang kalau diberikan ke anak muda semua jadi bagus. Nih lihat, packingnya bagus sekali seperti ini, berkelas sekali, berkelas sekali, berkelas sekali,” ujar Presiden berkali-kali, sembari menunjukkan salah satu produk karya anak muda Aceh kepada para hadirin.
“Mana desainernya, ada di sini? Kalau ada mau saya kasih sepeda, tapi karena tidak ada ya sudah, selamat sepeda saya,” imbuh Presiden disambut tawa para hadirin.
Presiden meyakini dengan desain dan pola marketing yang baik dan berkelas akan mampu memberi nilai tambah. “Jika semua produk komoditas yang ada di Aceh dibuat dengan desain berkelas seperti ini tentu akan memberi nilai tambah bagi produk-produk yag ada di Aceh.”
Dengan demikian, sambung Presiden, pertumbuhan ekonomi di Aceh akan meningkat drastis. Presiden juga salut dengan produk minyak wangi yag diekstrak dari minyak nilam. Mantan Wali Kota Solo itu mengungkapkan, biasanya nilam Aceh hanya diekspor dalam bentuk daunan. Namum kini telah dibuat di Aceh dan dipasarkan dalam bentuk parfum dengan kemasan yang sangat bagus.
“Kekuatan di Aceh menurut saya Kopi dan nilam. Ini harus menjadi fokus dan konsentrasi Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/kota, agar pengembangan produk komoditas yang ada benar-benar diperhatikan,” imbau Prtesiden Jokowi.
“Saya acungi jempol karena semuanya dikerjakan dengan teknologi yang paling modern. Pemupukan dengan drone, penyiraman dengan aplikasi serta dikelola dengan manajemen yang sangat efisien. Saya kira sudah saatnya anak muda mengambil alih untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di Aceh dan Indonesia secara umum, sehingga kita bisa bersaing dengan negara-negara lain,” ucap mantan GUbernur DKI Jakarta itu.







