Melalui posyandu, kader dan masyarakat dapat mendata serta melaporkan kondisi rumah tidak layak huni atau kebutuhan lainnya untuk diteruskan kepada pemerintah desa dan instansi terkait.
Sementara itu, Cut Soraya, Pembina Rumoh Pangan Aceh, mengungkapkan bahwa organisasi tersebut berupaya membantu mengurangi masalah stunting serta meningkatkan pemahaman ibu dalam mengelola gizi keluarga.
Ia juga menekankan pentingnya mengurangi sampah makanan dan menjaga kebersihan sebagai bagian dari ibadah.
“Rumoh Pangan Aceh hadir untuk membantu masyarakat, terutama dalam hal gizi dan pemberdayaan. Kami ingin membawa perubahan yang lebih baik bagi Aceh,” tutur Cut Soraya.
Apresiasi dari Masyarakat Gampong Limpok
Keuchik Gampong Limpok, Suwardi, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan dukungan Ketua Tim Penggerak PKK Aceh serta pihak-pihak terkait.
Ia berharap kegiatan ini dapat berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Suwardi juga menekankan pentingnya peran posyandu dalam menjaga kesehatan anak-anak di gampongnya.
“Alhamdulillah, di Gampong Limpok tidak ada kasus stunting. Ini berkat kerja sama seluruh warga yang peduli terhadap kesehatan anak-anak mereka,” ujar Suwardi.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi masyarakat Aceh dalam menjaga kesehatan dan gizi keluarga, serta meningkatkan peran ibu dalam menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. []







