Masa muda Syekh Muhammad Adil dihabiskan di Suriah, di mana ia dibimbing oleh dua mursyid agung, Syekh Abdullah Faiz ad-Dagestani QS dan Mawlana Syekh Nazim QS, yang merupakan mursyid ke-39 dan ke-40 dalam silsilah Tarekat Naqsyabandi Aliyya.
Dalam perjalanan spiritualnya, ia mempelajari adab dan disiplin tarekat dengan ketekunan yang tinggi, didukung oleh pendidikan Islam formal di madrasah yang diajarkan oleh para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah di Damaskus.
Syekh Muhammad Adil Ar-Rabbani QS, terus menerus mengajak umat untuk mendalami spiritualitas, menciptakan harmoni di dunia yang semakin kompleks.
Disisi Lain Ketua Panitia, Tgk. Anhar Razali mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk hadir dan mengikuti zikir akbar yang Insya Allah akan dilaksanakan hari Jumat, 25 Oktober 2025, Ba’da Isya.
“Harapan kami kepada masyarakat kota Banda Aceh dan sekitarnya dapat menghadiri zikir akbar yang akan digelar oleh Zawiyah Nurun Nabi, ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi kita semua untuk mendalami tentang ilmu tasawuf,” tuturnya. ***







