Ia mendorong Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, serta dinas terkait lainnya untuk bekerja sama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Aceh, terutama di daerah terpencil.
Lebih lanjut, Pj Gubernur Aceh juga menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi digital. Ia mengusulkan agar perpustakaan digital dan tutorial digital lebih diperkenalkan di pelosok Aceh.
“Guru-guru harus mendapatkan pembaruan pengetahuan secara berkala agar bisa disampaikan kepada murid-muridnya. Kita ada di era digital, ini kesempatan untuk mengatasi hambatan akses literasi,” kata Safrizal.
Safrizal juga mengapresiasi peran aktif Bunda Literasi kabupaten/kota dalam upaya meningkatkan literasi. Safrizal menargetkan Aceh bisa menembus 10 besar nasional dalam indeks literasi.
“Mari bantu Aceh untuk mengejar target ini. Aceh sejak dulu dikenal dengan peradaban dan tradisi literasinya. Dengan infrastruktur dan semangat yang kita miliki, kita harus lebih maju dari daerah lain,” ujarnya.
Selain itu, Safrizal mengingatkan pentingnya meningkatkan keterampilan para lulusan SMK dengan standar sertifikasi internasional, sehingga mereka memiliki kompetensi yang diakui oleh dunia kerja.
“Jangan sampai lulusan kita mudah tergiur iming-iming bekerja di luar negeri tanpa keterampilan yang cukup. Literasi juga mencakup keterampilan hidup yang nyata,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Safrizal juga menyerahkan penghargaan di bidang kearsipan dan perpustakaan.
Beberapa penghargaan meliputi kategori Capaian Apresiasi SKPA Terbaik dalam Pengelolaan Arsip Dinamis di Lingkungan Pemerintah Aceh tahun 2024.







