Artinya ada peningkatan yang signifikan. Begitu pula dalam hal status sekolah, saat ini hampir semua Sekolah Muhammadiyah di Aceh telah berstatus unggul, walaupun secara sarana prasarana belum sebagus sekolah negeri.
Saya mengakui bahwa sebagian besar guru Sekolah Muhammadiyah di seluruh Aceh belum memiliki pendapatan yang layak sebagaimana halnya guru PNS.
Maka oleh karena itu, saya meminta kepada semua kepala Sekolah Muhammadiyah di Aceh untuk berupaya optimal agar Sekolah Muhammadiyah menjadi sekolah favorit dan unggul dalam berbagai prestasi sehingga diminati oleh warga masyarakat.
Dengan semakin banyak murid/siswa maka sudah tentu income yang akan diterima sekolah juga akan semakin meningkat, yang pada akhirnya kesejahteraan guru juga bisa kita tingkatkan,”ujarnya.
Harapan saya, semua guru Sekolah Muhammadiyah se-Aceh bisa mendapatkan honorarium per bulannya minimal setara dengan UMR (Upah Minimum Regional).
Pada akhir sambutannya, Dr Taqwaddin menyampaikan terima kasih kepada bapak Dr Agung Danarto, Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sengaja bekenan hadir membuka acara penting ini.
Terima kasih juga kami sampaikan pada Dr Yudi Herman, Ketua Balai Guru Penggerak (BGP) Aceh yang telah membantu akomodasi dan konsumsi acara ini.
Kepada Sekretaris dan beberapa Wakil Ketua PWM Aceh yang turut hadir meramaikan acara pembukaan ini; Bapak Ichwanul Fitri, Dr Zardan Araby, dan Ibu Asyraf juga saya ucapkan terima kasih.
Selanjutnya kepada panitia pelaksana dan semua fasilitator dari yang telah berkenan hadir ke Aceh saya berikan apresiasi yang tinggi, semoga nyaman selama di Banda Aceh.







