“Kami ingin belajar di Aceh dan kita percaya bisa mendapatkan informasi terkait penerapan pariwisata religi di Aceh, karena sebanyak 70-80 persen di Moro adalah penduduk Islam karena pada tahun 1939 kedatangan Islam sudah ada di Filipina,” ungkapnya.
Salah satu peserta delegasi Filipina juga mengaku sangat takjub dengan Aceh yang berkembang dengan begitu pesat. Pasalnya 10 tahun yang lalu, dirinya mengunjung Aceh belum seperti sekarang ini.
“Saya tak menyangka kondisi Aceh saat ini berkembangnya sangat luar biasa dan saya angat cinta dengan kuliner dan budaya Aceh,” ucapnya. []






