Jalur ini cocok bagi pengendara yang ingin menikmati pemandangan wilayah utara Aceh Besar.
“Sedangkan jalur Lintas Tengah merupakan rute alternatif yang lebih singkat dengan jarak 49,8 km, memungkinkan waktu tempuh sekitar 1 jam 16 menit.
Jalur ini melewati pusat-pusat desa strategis di kawasan Aceh Besar. Sementara pada jalur Lintas Selatan memiliki jarak 50,7 km, tetapi dengan akses jalan yang lebih mulus, membuat waktu tempuhnya lebih cepat, yaitu sekitar 1 jam 8 menit. Jalur ini kerap digunakan untuk akses logistik karena efisiensinya,” urainya.
Adapun untuk Alternatif Utara, meski memiliki jarak terpanjang sejauh 59 km, menawarkan pemandangan alam yang indah serta jalur yang relatif sepi, menjadikannya rute pilihan untuk kendaraan berat atau pengendara yang mencari kenyamanan perjalanan.
Saat ini, eksplorasi sedang berlangsung di Gunung Seulawah Agam untuk pengembangan pembangkit tenaga listrik berbasis energi panas bumi.
Pj Bupati berharap keberadaan proyek ini tidak hanya mampu menyediakan energi bersih tetapi juga berdampak signifikan pada peningkatan ekonomi lokal.
Sebelumnya, Pj Bupati Aceh Besar juga sudah pernah memberikan arahan khusus kepada camat dan pejabat yang bertugas di wilayah terdampak bencana agar aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana.
Selain itu, beliau mengingatkan para ASN untuk terus menyampaikan informasi terkait pentingnya keberadaan tambang di Aceh Besar.
“Para camat, mukim, hingga keuchik harus aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang potensi besar tambang ini. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mendukung keberadaan proyek ini sebagai aset strategis daerah,” ujar Iswanto.







